
Kredit Foto: Indonesians.id
18 Sep 2026 - 17:19 | 25 Views | 0 Suka
Dari Tiket Murah ke Utang Rp79,7 Triliun, AirAsia di Ujung Tanduk
BISNIS · PENERBANGAN
Kuala Lumpur
Kamis, 17 September 2026
Dulu dibeli hanya seharga 1 ringgit pada 2001, AirAsia kini bergulat dengan tekanan keuangan serius. Pemerintah Malaysia disebut telah meminta Malaysia Airlines dan Batik Air bersiap mengambil alih rute domestik AirAsia jika kondisinya terus memburuk.
21 RUTE DITANGGUHKAN — LAMPU LANDASAN PADAM SATU PER SATU
DARI SEKARAT KE RAKSASA LCCJejak Perjalanan AirAsia
2001
Tune Air milik Tony Fernandes & Kamarudin Meranun mengakuisisi AirAsia hanya seharga 1 ringgit (~Rp4.348), sekaligus menanggung utang 40 juta ringgit.
2008–10
Penumpang tembus 50 juta lalu 100 juta; dinobatkan maskapai murah terbaik dunia versi Skytrax pada 2009.
2014
Tragedi AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura jatuh di Laut Jawa, menewaskan 162 orang.
2020–22
Rugi bersih membengkak jadi Rp25,56 T akibat pandemi; AirAsia X & Capital A masuk status PN17.
BADAI TERBARU 2026Tekanan Harga Avtur & Utang
Avtur Tembus 200 Dollar AS/Barel Akhir Maret 2026
Rugi Bersih Kuartal II 2026 Capai Rp3,59 Triliun
Kas Hanya Rp4,13 Triliun per 30 Juni 2026
Kejar Pendanaan hingga Rp17,74 Triliun dari Pasar Utang
Diskusi soal pengambilalihan rute oleh Malaysia Airlines dan Batik Air belum berarti keputusan final telah diambil, namun tekanan keuangan yang membayangi AirAsia jelas belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.
INILAHDATA.COM
Sumber: Kompas.com (mengutip Channel News Asia).
Halaman : 1 2