
Inilahdata.com – Sebanyak 9.505 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di sejumlah titik di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama TNI menggelar apel kesiapan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Apel itu untuk memastikan personel siap melayani 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lain yang dijadwalkan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi.
Menurutnya, kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan agar setiap orang bisa beraktivitas dan menjalankan haknya dengan aman.
“Konsep pengamanan kita hari ini, TNI dan Polri, adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” ujar Dadang, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis.
Personel yang dikerahkan terdiri dari 7.660 anggota Polri, 1.540 anggota TNI, 135 personel Pemda DKI Jakarta, dan 170 personel pengamanan dalam (Pamdal).
Mereka akan ditempatkan di berbagai titik kegiatan dengan mengutamakan pelayanan, komunikasi, dialog, serta pendekatan yang persuasif dan humanis.
Dadang juga mengingatkan seluruh personel agar bekerja profesional, mengendalikan emosi, dan lebih dulu menempuh komunikasi yang humanis saat menghadapi dinamika di lapangan. Setiap tindakan, katanya, harus terukur, proporsional, dan sesuai prosedur.
Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menekankan pentingnya kehadiran TNI-Polri untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh personel memberi ruang bagi warga yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan bertugas sesuai prosedur.
“Keberadaan aparat TNI-Polri yang ada di lapangan ini memberikan keamanan, kenyamanan, dan kesejukan untuk warga Jakarta,” kata Deddy.
Selain pengamanan aksi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut pihaknya menyiapkan layanan lalu lintas dengan pengaturan arus secara situasional.
Warga dapat memantau informasi lewat akun resmi @poldametrojaya dan @tmcpoldametro, atau menghubungi layanan Polisi 110 bila butuh bantuan.
Budi menambahkan, polisi mengedepankan pelayanan agar aspirasi tersampaikan secara aman, tertib, dan damai, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya.
Di sisi lalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rute alternatif. Dirlantas Kombes Firman Darmansyah memperkirakan kepadatan di sekitar Monas, Jalan Sudirman-Thamrin, dan Gedung MPR/DPR.
Ia menjelaskan aksi dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan meminta pengguna jalan mengantisipasi rekayasa lalu lintas.
“Pengguna jalan diharapkan menyesuaikan waktu keberangkatan, memanfaatkan rute alternatif, dan menghindari kawasan tersebut apabila tidak memiliki kepentingan,” katanya. (**)
Halaman : 1 2